Sukseskan Asian Games XVIII Jakarta - Palembang 2018

Cari Bibit Atlet, Kemenpora Gelar Pemanduan Bakat

  • Olahraga
  • Rabu, 28 November 2018

Nusa Tenggara Timur : Sekitar 400 orang siswa SD dan SMP di Kabupaten Lembata Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikuti tes pemanduan bakat olahraga yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama Dispora Kab Lembata di Aula SMP St. Pius X Lewoleba, Lembata, Rabu (28/11).

Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kab Lembata Michael Bala mengatakan, Kota Lewoleba, Kab Lembata mendapat kehormatan dengan terpilih sebagai salah satu lokasi tes pemanduan bakat olahraga. 

"Terima kasih kepada Kemenpora yang telah memberikan kepercayaan Kota Loweleba, Kab Lembata NTT sebagai salah satu tempat penyelenggaran pemanduan bakat, kami berharap dengan diadakan keg ini dapat melihat potensi serta bakat olahraga para pelajar di sini" katanya.

Sementara itu Tim Pemanduan bakat dari Kemenpora, Angel Indriani Manuain mengatakan kegiatan Pemanduan Bakat ini merupakan salah satu program dari Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga khususnya Asdep Pembibitan dan IPTEK Olahraga, Tujuannya untuk menjaring bakat-bakat potensial pelajar calon atlet agar nantinya direkomendasikan untuk dibina lebih lanjut oleh daerah terkait. 

"Tujuannya menilai secara terukur potensi serta bakat yang dimiliki calon atlet untuk kita kemudian diidentifikasi lebih spesifik ke cabang olahraga masing-masing. Jika memiliki bakat serta dinilai sangat berpotensi, maka akan direkomendasikan untuk masuk di pembinaan lebih lanjut," kata Angel. 

Para peserta menjalani 10 jenis tes, mulai dari pengukuran tinggi badan, tinggi duduk, rentang tangan, tinggi loncatan, lempar tangkap bola tennis, lempar bola basket, lari kecepatan, hingga mengukur daya tahan lewat tes multitahap. 

Pemanduan bakat olahraga tahun 2018 ini dilaksanakan di 30 kabupaten/kota seluruh Indonesia, salah satunya Kab Lembata, NTT. Instruktur yang dihadirkan untuk pemanduan bakat olahraga melibatkan Perguruan Tinggi, dibantu instruktur dari daerah sejumlah 20 orang yang terdiri guru pendidikan jasmani dan pelatih olahraga. (ari)