Sukseskan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XV Tahun 2019

Dipastikan 150 pesilat akan turut serta dalam Turnamen Pencak Silat Oceania Open 2020

  • Selasa, 12 November 2019

Melbourne – Dipastikan 150 pesilat akan turut serta dalam Turnamen Pencak Silat Oceania Open 2020 yang digelar di bulan Maret 2020 di Melbourne, Australia. Hal ini disampaikan, Senin (11/11) waktu setempat dalam pertemuan eksekutif antara Kementerian Pemuda dan Olahraga, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne dengan Australia Pencak Silat Federation (APSF) di KJRI Melbourne, Australia.

Delegasi Kemenpora yang diwakili Plt. Asdep Industri dan Promosi Olahraga, Sandi Suwardi menjelaskan bahwa program kerja yang dirancang APSF terkait dalam Turnamen Pencak Silat Oceania Open 2020 merupakan langkah nyata keberadaan dan perkembangan pencak silat di wilayah Oceania.

“Saya berharap Turnamen ini juga dapat diikuti negara New Zealand dan beberapa negara lainnya, dan mampu meningkatkan minat calon atlet pencak silat di Kota Melbourne yang ingin berlatih pencak silat baik di sekolah-seklolah maupun pusat pelatihan.” Harap Sandi Suwardi.

Ketua APSF, Mr. Les menyambut gembira kunjungan dan dukungan  pemerintah Indonesia kepada Australia dalam membangun dan mengembangkan Pencak Silat di wilayah Oceania terutama di negara Australia.

“Kami berharap dalam Turnamen Pencak Silat Oceania Open 2020, Pesilat Indonesia dapat menampilkan kemampuannya dengan  melakukan pertandingan eksebisi dengan atlet silat negara Australia.” Minta Mr. Les.

Dalam kesempatan tersebut  Mr. Les juga meminta agar pemerintah Indonesia  dapat segera mengirimkan pelatih pencak silat  yang dapat meningkatkan kapasitas pelatih, wasit dan Juri Pencak Silat yang standar di Melbourne.

Sementara itu,Pejabat KJRI Melbourne, Albert Abdi menyatakan kesiapan KJRI  untuk memajukan pencak silat di negara Australia.

“KJRI Melbourne akan berperan  menjadikan pencak silat sebagai icon budaya dan Sport Branding , sehingga Pencak Silat dapat dipertandingkan pada tingkat Olimpiade.” Jelas Albert Abdi.

Terkait minimnya peralatan pencak silat yang ada di Melbourne, Sandi Suwardi menjelaskan  Indonesia akan mengeksport kebutuhan peralatan pencak Silat terutama body protector, sarung tinju dan baju pencak silat. “Ini merupakan kelanjutan program strategis dari sentra Industri Olahraga yang kami lakukan.” Jelas Sandi.

Diakui Mr. Les mengakui sulitnya peralatan pencak silat yang ada di Melbourne, karenanya sangat mendukung upaya untuk pemasaran peralatan pencak silat di Austarlia khususnya Kota Melbourne.

“Bahkan jika kualitas produk trersebut bagus dan sesuai dengan keinginan masyarakat Australia, akan kami pasarkan ke sekolah-sekolah dan pusat pelatihan martial art yang ada di Australia.” Ucapnya. (dok)