Gelar Disiminasi Iptek Olahraga, Washinton: Satukan Persepsi LTAD

  • Senin, 16 Maret 2020

Denpasar – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora ) melalui Asisten Deputi Pembibitan dan Iptek Olahraga  Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga bersama Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikdaspora) Provinsi Bali menggelar Disiminasi  Ipetek Olahraga tanggal 11-14 Maret 2020 di Denpasar, Bali.

Disiminasi Iptek Olahraga di ikuti  55 orang yang berasal dari pengelola dan pelatih pada Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) dan Klub cabang olahraga unggulan, pengurus cabang olahraga unggulan KONI Provinsi Bali yang membidangi pembinaan atlet junior.

Asdep Pembibitan dan Iptek Olahraga Kemenpora, Washinton  menjelaskan penyelenggaraan disiminasi Iptek olahraga untuk menyamakan persepsi pengetahuan tentang konsep dan pembinaan atlet jangka panjang atau yang dikenal  Long Term Athlete Development (LTAD) yang berbasis Iptek olahraga.

“Kita perlu membangun persepsi yang sama antara pelatih, pembina, dan perumus kebijakan di daerah tentang pola dan strategi pembinaan olahraga secara berjenjang dan berkesinambunga,” Kata Washinton.

Narasumber  dari The University of Westren Australia, Dr. Greg Wilson, PhD memberikan materi program kondisi fisik untuk atlet junior (Strangth and Conditioning Program for Junior Athlete).

Dijelaskan Greg Wilson, untuk melakukan pola pendekatan dalam memilih atlet menekankan pada aspek yang berdasarkan talenta tinggi agar lebih  efektif dan efesien dalam proses pembinaan.

“Ketepatan pelatih dalam memilih atlet bertalenta, akan berpengaruh pada kemampuan menembus level tertinggi pada suatu cabang olahraga,” Jelasnya.

Narasumber lainnya, dosen Iniversitas Negeri Yogyakarta, Ria Lumintuarso memaparkan materi manajemen pembinaan atlet jangka panjang menegaskan  bahwa cabang olahraga atletik sebagai olahraga jangka panjang dengan tahapan-tahapan usia latihan.

“Prestasi dalam cabang olahraga atletik dicapai melalui proses jangka panjang, sehingga pelatih perlu mengetahui bagaimana dan kapan melatih dalam tahapan-tahapan usia atlet untuk menghindarkan spesialisasi dini yang akan mengakibatkan atlet akan mengalami cedera dan drop out dari atletik,” Jelas Ria yang juga Ketua LP2O Lankor dan Direktur Regional Development Center (RDC) PB. PASI.

Pembicara lainnya, Aveenash Pandoo  menjelaskan LTAD, Roles and Responsibilities for Coaches.(muc)