Sukseskan Asian Games XVIII Jakarta - Palembang 2018

Gelar Pemanduan Bakat, Kemenpora Cari Bibit Atlet Usia Dini Dari Padang Lawas

  • Rabu, 28 November 2018

Padang Lawas - Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga gelar pemanduan bakat olahraga bagi pelajar usia 12 sampai 14 tahun di Kabupaten Padang Lawas,  Sumatera Utara. 

Pemanduan bakat yang diikuti 400 pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama di langsungkan dari tanggal 27 -30 November 2018, diawali dengan bimbingan teknis kepada pelatih dan guru olahraga di sekitar kabupaten Padang Lawas dengan instruktur yang berasal dari Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Surakarta (UNS)  dan Asdep Pembibitan dan IPTEK Olahraga. 

Kabid Penerapan IPTEK Olahraga,  Jaenal Aripin, Rabu (28/11) siang menjelaskan kegiatan pemanduan bakat ini bertujuan untuk mencari bibit atlet usia muda yang diproyeksikan menjadi atlet potensial di masa depan. 

"Tujuannya menilai secara terukur potensi serta bakat yang dimiliki calon atlet untuk kita kemudian diidentifikasi lebih spesifik ke cabang olahraga masing-masing. Jika memiliki bakat serta dinilai sangat berpotensi, maka akan direkomendasikan untuk masuk di pembinaan lebih lanjut," Kata Jaenal

Instrumen tes yang dilakukan kepada pelajar meliputi 10 jenis tes, mulai dari pengukuran tinggi badan, tinggi duduk, rentang tangan, tinggi loncatan, lempar tangkap bola tennis, lempar bola basket, lari kecepatan, hingga mengukur daya tahan lewat tes multitahap.

"Dengan menerapkan sepuluh instrumen berbasiskan IPTEK Olahraga,  kami akan mencari bibit atlet yang potensial untuk kemudian di bina prestasinya." kata Jaenal. 

Asisten Daerah II Bupati Padang Lawas,  Panguhum Nasution menyambut gembira upaya Kenepora menyelenggarakan pemanduan baket atlet pelajar di Kabupaten Padang Lawas,  Sunatera Utara. 

"Kami berterima kasih kepada Kemenpora yang telah melakukan kegiatan Tes Pemanduan Bakat, semoga ini  dapat terus dikembangkan dan menghasilkan atlet berprestasi baik nasional maunpun internasional." Katanya. (muc)