Imbas Penundaan Olimpiade 2020, Kemenpora Imbau Cabor Pulangkan Atlet ke Daerah

  • Senin, 06 April 2020

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), menjajaki kemungkinan mengembalikan sebagian atlet yang mengikuti pemusatan latihan nasional (pelatnas) cabang olahraga, imbas ditundanya Olimpiade Tokyo 2020. Pelaksana tugas (Plt) Deputi IV Kemenpora, Chandra Bhakti, mengatakan mayoritas atlet di pelatnas akan ikut Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020.

Untuk itu, atlet-atlet yang akan bertanding di PON 2020, sebaiknya dibina daerah masing-masing. Jika bertahan di pelatnas, menimbulkan risiko penggunaan dana yang tidak sesuai peruntukkan.

"Untuk cabor potensi Olimpiade, kami memberi dana untuk menggodok persiapan atlet. Jika tetap di Pelatnas tapi berlatih buat PON, anggarannya  menjadi tidak  tepat sasaran," ujarnya.

Chandra menambahkan, jika cabor memulangkan atlet ke daerah, otomatis tak butuh dana terlalu banyak. Ini akan sejalan dengan upaya pemerintah melakukan restrukturisasi anggaran. 

Dengan berlatih di daerah, bisa mengurangi beban Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). "Pemerintah sedang butuh dana cukup banyak untuk menanggulangi

"Dan, karena Olimpiade (2020) ditunda (menjadi 2021), sebagian dana yang sebelumnya dialokasikan kepada cabor, bisa dialihkan untuk membantu pencegahan penyenbarn Covid-19," Chandra menambahkan.

Untuk itu, Kemenpora segera melakukan pemetaan, cabor-cabor mana saja yang atlet-atletnya bakal tampil di PON.