Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 2017 Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1438 H 2017 Mari Gelorakan Pekan Olahraga Pelajar (POPNAS) XIV Jawa Tengah 2017

KEMENPORA CARI PEDAYUNG BERBAKAT DI WAKATOBI.

  • Kamis, 16 November 2017

Sebagai upaya mencetak pedayung andal, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI melalui Asisten Deputi Pembibitan dan IPTEK Olahraga bekerjasama dengan Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia menggelar tes identifikasi bakat atlet cabang olahraga dayung di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Wakatobi dikenal sebagai pemasok terbesar pedayung untuk tim dayung nasional.

Kepala Bidang Pengembangan IPTEK Olahraga Kemenpora, Bambang Siswanto Rabu (16/11) sore di lapangan merdeka wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi  mengatakan, tes identifikasin bakat atlet cabang olahraga dayung ini  untuk menemukan calon  atlet berbakat dari Kabupaten  Wakatobi.

“Ini untuk mendeteksi bakat atlet sejak usia dini, yang selanjutnya untuk dibina lebih lanjut melalui klub atau sekolah khusus olahraga, yang selanjutnya dapat menyokong PPLP, PPLPD,  yang pada akhirnya untuk dikembangkan ke  prestasi lebih tinggi,” ujar Bambang.

Bambang mengatakan, dalam  tes identifikasi bakat ini  akan diuji sekitar 200 pelajar SMP dan SMA berusia sekitar 13-17 tahun yang berdomisili di sekitar pesisir Kabupaten Wakatobi. Mereka adalah anak-anak nelayan suku Bajo yang terbiasa hidup di laut dan menggunakan perahu sebagai alat transportasi.

Karenanya, Instrumen tes yang digunakan untuk mengidentifikasi bakat pedayung untuk mengetahui kekurangan dan kelemahan calon atlet, beberapa tes yang dilakukan seperti antrophemetri dan tes pengukuran kemampuan fisik.

“Kami ingin menjaring calon pedayung handal yang kelak dapat menjadi atlet nasional, maka output dari tes ini akan direkomendasikan agar ditindaklanjuti Stakeholder terkait seperti Dinas Pemuda dan Olahraga baik provinsi Sulawesi Utara maupun Kabupaten Wakatobi serta Pengprov PODSI Sulawesi Utara.” Harap Bambang.

Selain tes identifikasi bakat calon atlet, Kemenpora juga menggelar bimbingan teknis untuk guru pendidikan jasmani dan pelatih dayung, serta pengurus Pengcab PODSI Kabupaten di Aula Villa Nadila - Wangi Wangi.

“Mereka yang dibimbing untuk menjadi instruktur diharapkan mampu melaksanakan item-item tes yang digunakan untuk mengidentifikasi bakat cabang olahraga dayung. Termasuk penggunaan alat-alat tes yang nantinya dapat diimplementasikan sendiri di masing-masing sekolah.” Jelas Bambang.

Sementara itu, Kabid Bimpres PB. PODSI Dede Rohmat Nurjaya, instruktur pusat menerangkan tes pemanduan bakat ini dilakukan untuk menemukan calon atlet dayung internasional asli asal Kabupaten Wakatobi yang mampu menembus prestasi internasional.

“Dari tes identifikasi bakat cabang olahraga dayung ini, kami ingin memantau apakah siswa-siswa SMP/SMA yang ikut tes mempunyai keterbakatan cabang olahraga dayung atau tidak.” Jelas Dede.

Di  Wakatobi, Kemenpora dan PODSI mencari anak-anak dengan postur yang menunjang, seperti badan tinggi besar, tungkai kaki dan lengan yang panjang. “Berdasarkan penelitian pedayung putera dengan tinggi  badan 190 sentimeter dan puteri dengan tinggi badan 176 csentimeter berpotensi jadi juara.” Jelas Dede.

Pedayung juga harus punya kemampuan aerobik dan an aerobik yang baik , konsentrasi, fokus dan kordinasi tubuh yang baik, serta dapat menahan lelah dan mengelola stress. Dede menjelaskan, setiap sekali kayuhan dayung setara dengan mengangkat beban berat 40 – 45 kilogram. Para pedayung biasanya melakukan 200 – 250 kayuhan untuk jarak 2.000 meter. (bam)