Kemenpora dan Bappenas Pertajam Kajian Strategis Peta Jalan Peningkatan Olahraga Prestasi

  • Kamis, 09 Januari 2020

Senayan - Kemenpora melalui Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga (Kemenpora) bersama Kementerian PPN/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)  membahas Kajian Strategis Peta Jalan Peningkatan Prestasi Olahraga Indonesia  terkait dalam program pembinaan atlet jangka  panjang di Gedung PPITKON Lantai 3 Senayan,  Jakarta.

Plt.  Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga,  Chandra Bhakti menjelaskan  bahwa langkah bersama Bappenas untuk mempertajam kajian strategis peningkatan prestasi olahraga Indonesia terkait pada program pembinaan atlet jangka panjang yang merupakan bagian program prioritas Kemenpora Tahun 2020-2025.

“Program priortitas itu adalah pembinaan usia dini dan peningkatan prestasi atlet yang  terencana dan  berkesinambungan, serta pemasalan dan pemasyarakatan olahraga yang menimbulkan kegemaran untuk hidup sehat dan bugar di kalangan masyarakat.” Kata Chandra Bhakti.

Ditamabahkan bahwa Bappenas merupakan mitra kerja Kemenpora dalam menyusun kebijakan  terkait perencanaan pembangunan  khususnya terkair Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan Menengah Nasional (RPJMN).

Karenanya pembinaan atlet  jangka panjang harus disinkronsasasi dan disinergikan antara RPJMN yang telah disusun  Bappenas dengan rencana startegis yang kelak menjadi peta jalan untuk Kemenpora khususnya terkait pembinaan yang berkelanjutan   dalam program pembinaan atlet jangka panjang.

Asdep Pembibitan dan Iptek Olahraga, Washinton menjelaskan pentingnya program pembinaan atlet jangka panjang yang perlu dikembangkan atau dimodifikasi dalam kajian strategis peta jalan peningkatan prestasi olahraga Indonesia.

“Program pembinanan atlet jangka panjang membagi program pembibitan dan prestasi, dimana kita mempersiapkan atlet dari learning to train (belajar untuk berlatih) sampai  ke training to win (latihan untuk menang.” Jelas Washinton.

Untuk itu menurut Washinton program pembinaan atlet jangka panjang   terus disosilaisasikan dan dikembangkan Kemenpora ke berbagai wilayah sampai ke kabupaten/kota. Namun diakuinya masih banyak permasalahan di lapangan yang perlu menjadi perhatian terkait prosesnya, misalnya setelah dilakukan tes pemanduan bakat kepada calon atlet berbakat  kembali kepada keseriusan Kabupaten dan Kota yang nantinya  melakukan pembinaan lanjutan.

“Selain itu juga perlunya bimbingan teknis pengembangan bakat karena masih banyaknya pelatih yang belum memahami penting dan proses dari program pembinaan atlet jangka panjang, selain Evaluasi Pelatih dan Kejuaraannya.

Diakui Direktur Keluarga,  Perempuan,  Anak,  Pemuda dan Olahraga Kementerian PPN/Bappenas, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, bahwa program pembinaan atlet jangka panjang sudah masuk dalam kajian Bappenas dalam kebijakan RPJMN yang akan diturunkan kedalam rencana strategis.

“Dalam RPJMN yang disusun Bappenas memiliki tujuh prioritas nasional, dan olahraga prestasi masuk dalam prioritas pembangunan sumber daya manusia, ini merupakan dasar kita bergerak,” Jelas Woro Srihastuti.

“Kenapa olahraga masuk dalam prioritas pembangunan SDM, karena merupakan bagian dalam meningkatnya daya saing bangsa kita,” tambah Woro.

Ditambahkannya, program pembinaan atlet jangka panjang bagian dari  proses namun tidak kalah pentingnya adalah target yang ditetapkan.

“Target penting karena, mau apa dan kemana arah olahraga prestasi kita, Jika kita mau bicara Long Term Athlet Devlopment tapi kita tidak punya target akan percuma.” Tegas Woro.

Untuk itu Bappenas menetapkan beberapa target diantaranya sebagai fundamental Trining  ditahun 2020 akan dikampanyekan Indonesia berolahraga dan di Tahun 2024 diharapkan tercapai 40 % penduduk usia 10 tahun keatas berolahraga dalam seminggu.

Di Asian Games tahun 2020, menurut Woro  Bappenas memberi target  diperingkat 4 dan  Asian Para Games diperingkat 5, Pada Olimpic Games tahun 2024 targetnya  tiga medali emas demikian pula dengan Paralimpic Games targetnya  tiga medal emas.

“Tanpa kita membangun suatu target atau tujuan, proses yang kita bina  dan kembangkan selama pembinaan atlet itu tidak akan ada gunanya. Kombinasi proses dan target menjadi sangat penting.” Tambah Woro.

Kemenpora dan Kementerian PPN/Bappenas sepakat untuk mewujudkan langkah langkah peningkatan prestasi olahraga Indonesia termasuk strategi pembinaan atlet elite nasional dan program pembinaan atlet jangka panjang.

Turut hadir Staf Ahli Hukum Olahraga, Syamsudin dan Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Kemenpora,  Esa Sukmawijaya, Staf Khusus Bidang Pengembangan dan Prestasi Olahraga,  Maffudin Nigara dan Staf Khusus Bidang Penguatan Organisasi Kepemudaan,  Venno Tetelepta, Sesdep Olahraga Prestasi,  Marheni Dyah Kusumawati, Asdep Standarisasi dan Infrastruktur Olahraga,  Dwi Jayanto Sarosa, Asdep  Pengelolaan Olahraga Pendidikan,  Alman Hudri dan Kepala Bidang di lingkungan Deputi Bidang peningkatan Prestasi olahraga dan Kabid pada Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga. (muc)