Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 2017 Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1438 H 2017 Mari Gelorakan Pekan Olahraga Pelajar (POPNAS) XIV Jawa Tengah 2017

Kemenpora Dukung Perkumpulan Manajemen Sepakbola Indonesia (IFM) untuk Pembinaan Usia Dini

  • Kamis, 08 Juni 2017

Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyambut  gembira upaya Perkumpulan Manajemen Sepakbola Indonesia (IFM) berfokus pada pembinaan usia dini dan remaja di cabang Sepakbola. Hal itu disampaikan Plt. Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Washinton saat menerima Ketua Umum Manajemen Sepakbola Indonesia (IFM), Dedi Prasetyo dan pengurusnya di Ruang Rapat Pojok Lantai 3 Gedung PPIKON, Senayan Jakarta, Rabu (7/6) sore.  

“Kami setuju sekali, seirama dengan Kemenpora kami juga mendukung pembinaaan usia dini diberbagai cabang olahraga termasuk sepakbola dengan pendekatan yang kami lakukan melalui kurikulum kepelatihan yang mengacu pada Induk organisasi, karena secara kelembagaan induk organisasi yang memiliki otoritas dalam hal itu," kata Washinton.  

Karenanya, Washinton mengharapkan ada kerjasama yang baik antara IMF dengan PSSI untuk menyusun kurikulum pelatihan yang baik dalam melatih dan membina atlet usia dini. “Kami selalu mendukung upaya dalam membangun prestasi olahraga," tambah Washinton didampingi Asdep Tenaga Keolahragaan, Marhaeni Dyah Kusumawati.  

Ketua Umum Manajemen Sepakbola Indonesia, Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa Manajemen Sepakbola Indonesia atau disebut IFM adalah organisasi independen yang dibentuk oleh masyarakat pecinta sepakbola yang peduli akan masa depan anak-anak Indonesia. “Dalam mendidik dan membina anak-anak usia dini kami bekerjasama dengan akademi-akademi sepakbola di luar negeri, untuk mencetak pemain sepakbola profesional didalam dan luar negeri,” jelas Dedi Prasetyo.  

Ditambahkannya, IFM juga mendukung  kegiatan yang dilakukan oleh PSSI dalam mendidik dan mempersiapkan sumber daya manusia dari usia dini untuk menjadi pemain di tim Nasional. “Dalam waktu dekat ini kami akan beraudiensi dengan PSSI untuk memaparkan program pembinaan usia dini," tambahnya.  

Sekertaris Jendral IFM, Syahrei menjelaskan dalam proses mencetak pemain unggulan, IMF menerapkan sistem research and development di bidang sport science, dengan melakukan metode sport statistic, sport medic dan Sport psychologist diisamping  IMF juga akan mengelar berbagai tournament.  

“Kita ditahun ini akan mengadakan Turnament Super Champion U 13 dan U15, kita akan pilih enam belas pemain terbaik yang akan kita pilih untuk dikirim ke Italy dan Spanyol untuk pelatihan dan membuka wawasan mereka tentang sepakbola,” jelas Syahrei. (muc)