Sukseskan Asian Games XVIII Jakarta - Palembang 2018

Laga Perdana, Tim Pelajar Indonesia Harus Akui Keperkasaan Cina

  • Minggu, 09 September 2018

Yogyakarta,  - Tim putri Indonesia harus mengakui keunggulan Tim China di babak pertama kejuaraan bola basket pelajar Asia 2018 dengan hasil akhir 50-62 (30-27) untuk kemenangan China di GOR Among Rogo,  Yogyakarta, Minggu (9/9) siang. 

Tim Indonesia yang diperkuat atlet pelatnas Asian Games 2018, Adeliade Callista Wingsohardjo sempat unggul sampai akhir kuarter kedua dengan poin 30-27.   Dikuarter ketiga Tim China  meningkatkan ritme permainan cepatnya sehingga berhasil mengungguli poin atas tim Indonesia 46-44.

Dengan memberikan perlawanan yang cukup sengit anak asuh Tjejtep Firmansyah ini mampu mengimbangi permainan Tim China yang lebih unggul dari segi stamina dan postur tubuh. Beberapa kali Adelide dan kawan kawan berhasil menyamakan poin melalui lemparan free throws. Akhir pertandingan Tim putri Indonesia harus mengakui keunggulan  Tim bola basket putri pelajar negara tirai bambu ini dengan skor akhir 62-50.

Adelide Callista yang tampil gemilang  berhasil mencetak 12 angka dengan total 8 rebound disusul Lydia Maulidia Zahra dengan menyumbang 8 angka. 

Angka tertinggi untuk Cina dibukukan Ye Yaou Zhang dengan mencetak 20 angka dan sepuluh rebound.

Pelatih Tim Pelajar Putri Indonesia,  Tjejep Firmansyah merasa puas dengan penampilan anak didiknya yang mampu mengimbangi permainan cepat China. 

"Walaupun kalah dengan Cina,  Tim putri kita sudah bermain bagus dan kompak,  semoga tetap ini dapat menjadi pembelajaran yang berharga untuk pertandingan selanjutnya." Jelas Tjejep. 

Tim Pelajar Putra Belum mampu mengimbangi China

Sementara itu bermain di sore hari, tim basket pelajar putra Indonesia juga menelan kekalahan di hari pertama juga melawan China . Michael James dan kawan-kawan harus takluk dengan skor 71-99.

Di kuarter pertama, Indonesia secara mengejutkan bisa mengimbangi permainan para pebasket muda Cina. Namun, sama seperti tim putri, faktor perbedaan postur tubuh yang kentara dan stamina, membuat anak asuh Rifki Antolyon itu haus mengakui keperkasaan pelajar negeri tirai bambu.

Tim basket pelajar Indonesia akan menghadapi Thailand pada hari kedua Asian School Basketball Championship. Senin (10/9) besok, tim putri akan bermain lebih dulu di sesi siang, sedangkan tim putra akan bermain di sesi sore.  

Kejuaraan basket yang digelar setiap tiga tahun itu diikuti oleh empat negara, yaitu China, Hong Kong China, Thailand dan tuan rumah Indonesia.

Menurut Ketua Panitia Washinton Galingging, sebelumnya sepuluh negara sudah menyatakan keikutsertaan mereka dan bahkan China jauh-jauh hari sudah memesan tiket karena serius.

"Tapi beberapa negara satu persatu menyatakan mengungundurkan diri dengan berbagai alasan, mulai dari kegiatan kompetisi dalam negeri sampai kesulitan anggaran, hingga akhirnya hanya menyisakan empat negara," kata Washinton yang juga menjabat sebagai Asisten Deputi Bidang Pembibitan dan IPTEK Olahraga di Kemenpora itu. (muc)