Menpora Ajak Atlet Bijak Bermedia Sosial dan Memiliki Pengetahuan Keuangan dan Investasi

  • Kamis, 14 Mei 2020

Senayan - Kamis (14/6) Pagi, Atlet, pelatih, manajer dan stakeholder keolahragaan agar bijak dalam bermedia sosial serta memiliki pengetahuan dalam  mengelola keuangan dan berinvestasi. Himbauan ini disampaikan Menpora Zainudin Amali saat membuka  Webinar Short Course Atlet Nasional (SCAN) dengan topik “Tata Kelola Media Sosial, Keuangan dan Invenstasi” yang dikuti 200 atlet Pelatnas Olimpiade, 300 atlet Pelatnas Paralympiade dan Asean Para Games, 150 atlet elit junior dan 150 Pelatih melalui video conference.

Perkembangan teknologi yang begitu pesat diantaranya ditandai perkembangan media sosial yang sudah masuk dalam sendi kehidupan masyarakat, secara tidak langsung memberikan pengaruh terhadap karakter dan pola hidup masyarakt termasuk atlet, jika tidak dikelola dengan baik maka media sosial akan berpengaruh negatif terhadap prestasi atlet, dan sebaliknya.

Dewasa ini perhatian Pemerintah dalam kesejahteraan atlet terus menunjukan peningkatan dari segi penghasilan rutin sampai pemberian bonus yang terus meningkat, pendapatan yang diperoleh atlet jika tidak dikelola dengan baik maka tidak akan bermanfaat bagi atlet tersebut, terutama pada masa setelah tidak menjadi atlet, sebaliknya atlet mesti diberikan pengetahuan agar dapat mengelola pendapatannya sehingga dapat menjadi investasi untuk masa depannya.

Situasi pandemik Covid19 memberikan dampak pada berbagai sendi kehidupan termasuk pelaksanaan proses latihan pada Pelatnas, para pelatih dituntuk untuk melakukan penyesuaian program latihan sesuai dengan protokol kesehatan terkait Covid19 yang dikeluarkan Pemerintah

Maka dipandang perlu untuk meningkatkan kompetensi atlet dalam bermedia sosial dan mengelola keuangan, serta kompetensi pelatih dalam menyesuaian program latihan dengan situasi Covid19.

“Situasi pendemik juga menyebabkan hampir semua event olahraga ditunda bahkan di cancel, termasuk Olimpiade, Paralimpiade dan yang terbaru Filipina mundur sebagai tuan rumah Asean Para Games 2020, atas situasi tersebut saya berpesan untuk tidak pesimistis atau menurunkan semangat latihan, tetapi sebaliknya tetap semangat ambil hikmahnya untuk melakukan persiapan yang lebih matang di tahun depan. “ Jelas  Menpora, Zainudin Amali.

Menpora mengingatkan bahwa atlet merupakan publik figur dan idola masyarakat, oleh karenanya dalam bermedia sosial perlu dikelola dengan baik, agar berdampak positif terhadap perkembangan karir atlet.

“Atlet harus memahami   cara menggunakan media sosial secara bijak, tepat dan berguna terutama dimasa pandemi ini, sehingga dapat membantu untuk turut menyebarkan berita-berita yang bermanfaat bagi masyarakat.” Kata Menpora.

Selain mengajak atlet untuk bermedia sosial dengan bijak, Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui webinar ini juga  memberikan pengetahuan bagi atlet dan pelatih dalam mengelola pendapatannya agar mampu mengelola masa depannya dengan baik.

Terkait pengelolaan keuangan dam investasi, Menpora menjelaskan bahwa  ini merupakan  hal yang kalsik bagi atlet dan pelatih yang tidak memiliki pengetahuan tentang pengelolaan keuangan dan investasi.

“Kita tidak dapat menutup mata dari mantan atlet ptofesional yang pada akhir kairrnya malah tidak mampu untuk bertahan hidup, karena pada saat masa jayanya dimana memiliki income yang cukup tidak bijak mengatur keuangannya, apalagi untuk berinvestasi.” Jelas Menpora.

Mengambil contoh SEA Games yang lalu, Menpora menjelaskan bahwa atlet yang mendapat medali emas diberikan bonus oleh pemerintah sebesar 500 juta rupiah.

“Jika tidak bijak dan tidak memiliki kemampuan mengelola uang, pasti akan menjadi sia-sia, karena akan digunakan untuk hal-hal yang konsumtif dari pada hal yg produktif, sehingga pada akhir karirnya sebagai atlet tinggal penyesalan saja.” Tutur Menpora.

“Kami tidak ingin hal itu terjadi bagi atlet dan pelatih, makanya kami mengundang pakar-pakar keuangan dan investasi untuk memberikan short course kepada atlet dan pelatih melalui webinar ini.” Tambah Menpora.

Plt. Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Chandra Bhakti menjelaskan tujuan kegiatan Webinar  Short Course Atlet Nasional (SCAN) yang pada tahap I ini dilaksanakan tanggal 14-22 Mei  ini  untuk meningkatkan kompetensi atlet  dalam bermedia sosial dan mengelola keuangan, serta kompetensi pelatih dalam menyesuaikan program latihan di tengah pandemic Covid-19.

Materi yang diberikan kepada atlet adalah bagimana bijak bermedia sosial di era globalisasi dan juga bagaimana mengatur keuangan melalui investasi yang bermanfaat bagi masa depan atlet dengan narasumber berasal dari lembaga dan praktisi yang berpengalaman seperti Google Indonesia, Siberkreasi kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Praktisi Media sosial serta pakar keungan dan investasi.

Sementara untuk pelatih  akan diberikan  materi periodisasi latihan di masa pandemic Covid-19 dan strategi Strenght and Conditioning di masa pandemic Covid-19 dengan narasumber Ekspert Stranght and Conditioning dari Australia, Greg Wilson dan Expert Coaching dari Afrika Selatan, Aveenas Pandoo. (muc).