Wisata olahraga mendapat perhatian besar dalam Indonesia Sports Summit (ISS) 2025. Sebagai bagian dari rangkaian forum nasional tersebut, Kementerian Pemuda dan Olahraga menggelar Kegiatan Koordinasi Pengumpulan dan Penyajian Data Wisata Olahraga dan Potensi Daerah Wisata Olahraga, yang berlangsung 6–8 Desember 2025 di Hotel 101 Jakarta Airport CBC, Benda, Kota Tangerang.
Endarman Saputra (paling kanan), akademisi dari Universitas Jambi (UNJA) saat memaparkan hasil kajian wisata olahraga. (dok:prj)
Jakarta: Wisata olahraga mendapat perhatian besar dalam Indonesia Sports Summit (ISS) 2025. Sebagai bagian dari rangkaian forum nasional tersebut, Kementerian Pemuda dan Olahraga menggelar Kegiatan Koordinasi Pengumpulan dan Penyajian Data Wisata Olahraga dan Potensi Daerah Wisata Olahraga, yang berlangsung 6–8 Desember 2025 di Hotel 101 Jakarta Airport CBC, Benda, Kota Tangerang.
Kegiatan ini menjadi salah satu side event strategis ISS 2025 yang bertujuan memperkuat data wisata olahraga secara nasional. Data yang valid dan terintegrasi diyakini menjadi fondasi penting untuk mengoptimalkan kontribusi sport tourism terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB). Kajian ini menyajikan data dari 10 provinsi prioritas: Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, NTB, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Lampung.
Para peserta terdiri dari perwakilan pemerintah pusat, dinas pemuda dan olahraga provinsi dan kabupaten/kota, akademisi, serta pelaku industri wisata olahraga. Mereka membahas data dan pemetaan potensi daerah demi memperkuat arah pengembangan sport tourism di Indonesia.
Asisten Deputi Wisata Olahraga Kemenpora, Ibnu Hasan, menyebut kegiatan ini sebagai langkah penting yang sejalan dengan fokus besar ISS 2025 dalam menguatkan ekosistem industri olahraga.
“Dalam acara ini, para pakar, akademisi, praktisi dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan mampu merumuskan gagasan dan informasi yang tepat untuk memformulasikan bagaimana wisata olahraga ke depan dapat menjadi daya ungkit,” ujar Ibnu.
Ia juga menegaskan bahwa peluang sport tourism semakin besar seiring meningkatnya tren aktivitas fisik dan petualangan pascapandemi.
“Tidak hanya masyarakat menjadi lebih sehat dan bugar, tetapi ekonomi juga tumbuh, UMKM bergerak. Ini harus menjadi kesadaran bersama agar ekosistem olahraga kita semakin maju dan berkesinambungan,” tambahnya.
Indonesia Sports Summit 2025 sendiri menjadi forum strategis yang mempertemukan para pemangku kepentingan industri olahraga, termasuk pengembangan event, industri olahraga, dan wisata olahraga. Kehadiran kajian sport tourism ini menegaskan bahwa sektor wisata olahraga kini menjadi salah satu fokus penting dalam agenda nasional.
Kegiatan koordinasi ini berlangsung hingga Senin (8/12) dan hasilnya akan menjadi bahan penyusunan rekomendasi kebijakan sport tourism nasional di masa mendatang. (tb)